Beberapa tahun terakhir masyarakatIndonesia mengalami perbedaandalam penetapan awal Ramadan,menurut Anggota Komisi VIII DPR RI,Yunus Roichan hal tersebut adalahhal yang wajar. Namun Yunusmeminta agar perbedaan tersebuttidak dijadikan alasan untukberselisih atau bermusuhan.
“Perbedaan adalah hal yang wajar di era demokrasi ini, termasuk dengan penentuanawal puasa. Tentu mereka memiliki dalil masing-masing dalam menetapkan awalpuasa, hal itu sesuai keyakinan masing-masing. Namun hendaknya hal itu tidakdijadikan alasan bagi kita untuk berselisih atau bermusuhan,” kata Yunus dalamwawancara dengan Parlementaria baru-baru ini di Jakarta.
Ditambahkan Yunus, meski demikian Kementerian Agama sebagai sebuah institusipemerintah yang secara resmi memiliki wewenang menentukan awal Ramadan harusmengajak semua ormas Islam untuk duduk bersama dalam sidang isbat.